Tingkatkan Kegemaran Membaca dan Literasi, Pemkab Musi Rawas Gelar Lomba Bertutur Tingkat Pelajar


MUSI RAWAS, SUMSEL –
Upaya meningkatkan kegemaran membaca dan budaya literasi terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas. Salah satunya melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Musi Rawas yang digelar di Gedung Perpustakaan Daerah, Selasa (20/05/2024).

Acara yang berlangsung meriah ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Musi Rawas, H. Ali Sadikin, sekaligus menandai keseriusan Pemkab dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mencintai literasi sejak dini.


Sekda Ali Sadikin Buka Lomba Bertutur

Dalam sambutannya, Sekda Ali Sadikin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya lomba bertutur tahun 2025 ini. Ia mengucapkan selamat berlomba kepada para peserta, yang merupakan siswa terbaik dari berbagai sekolah dasar di 14 kecamatan di Musi Rawas.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita ingin menumbuh-kembangkan kegemaran membaca dan literasi anak. Selain itu, lomba bertutur juga dapat meningkatkan kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui berbagai bahan bacaan dan buku,” ujar Ali Sadikin.

Menurutnya, membaca bukan hanya aktivitas akademik, melainkan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi penerus yang tangguh. Melalui lomba ini, anak-anak dikenalkan pada cerita-cerita lokal, legenda, dan kisah kepahlawanan yang penuh nilai kehidupan.


Literasi sebagai Pondasi Karakter Bangsa

Sekda menegaskan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa. Dengan membaca dan memahami cerita, anak-anak dapat memetik hikmah, meneladani nilai moral, serta mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas.

“Buku-buku cerita daerah yang bernuansa kepahlawanan dan legenda sangat baik untuk membangun karakter anak. Kita ingin mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan mencintai budaya bangsa,” tambahnya.

Kegiatan lomba bertutur diharapkan mampu menjadi pintu gerbang bagi anak-anak untuk lebih dekat dengan dunia literasi dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.


Seleksi Tingkat Kabupaten untuk Wakili Musi Rawas

Ketua panitia penyelenggara lomba melaporkan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa kelas 4 dan kelas 5 SD/MI terbaik dari 14 kecamatan di Kabupaten Musi Rawas. Mereka merupakan hasil seleksi di tingkat sekolah dan kecamatan sebelum akhirnya maju ke tingkat kabupaten.

“Seleksi ini benar-benar harus melahirkan peserta terbaik. Mereka nantinya akan mewakili Kabupaten Musi Rawas di ajang lomba bertutur di tingkat yang lebih tinggi,” jelas panitia.

Dengan demikian, lomba bertutur bukan hanya ajang hiburan, melainkan juga kompetisi yang serius untuk menyiapkan delegasi Musi Rawas berprestasi di level provinsi maupun nasional.


Lomba Berlangsung Lancar dan Meriah

Suasana lomba bertutur tahun 2025 berlangsung dengan penuh antusiasme. Anak-anak tampil percaya diri membacakan kembali isi buku cerita dengan gaya bahasa mereka sendiri.

Sorak sorai dukungan dari guru dan teman-teman sekolah menambah semarak suasana. Banyak peserta mampu memikat dewan juri dengan intonasi suara, ekspresi wajah, serta kemampuan menyampaikan pesan moral dari buku yang mereka baca.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Sekolah, serta orang tua murid yang memberikan semangat penuh kepada anak-anak.


Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Lomba bertutur ini digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Rawas. Kepala Dinas menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu strategi untuk mendekatkan anak-anak dengan perpustakaan, buku, dan dunia literasi.

“Kami ingin perpustakaan daerah bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga pusat kegiatan literasi yang aktif. Lomba ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi anak-anak untuk lebih sering berkunjung ke perpustakaan, membaca buku, dan mengembangkan minat literasi,” ujarnya.

Selain lomba bertutur, Dinas Perpustakaan juga memiliki sejumlah program lain seperti gerakan gemar membaca, pojok baca di sekolah, hingga digitalisasi koleksi bacaan agar mudah diakses oleh generasi muda.


Literasi dan Tantangan Era Digital

Di tengah derasnya arus informasi digital, minat membaca buku cetak cenderung mengalami penurunan. Anak-anak lebih sering menghabiskan waktu dengan gawai ketimbang membaca buku.

Melalui lomba bertutur, Pemkab Musi Rawas ingin menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan penguatan literasi tradisional. Membaca buku cerita dan kemudian menuturkannya kembali melatih kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan baik.

“Anak-anak kita harus mampu beradaptasi dengan era digital, tetapi jangan sampai meninggalkan budaya membaca buku. Karena dari situlah lahir kreativitas dan daya kritis yang sesungguhnya,” tegas Sekda Ali Sadikin.


Pesan Sekda: Jadilah Generasi Literat

Menutup sambutannya, Sekda Ali Sadikin memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta lomba bertutur.

“Kalian adalah generasi penerus Musi Rawas. Jangan berhenti membaca, jangan berhenti belajar, dan jangan takut untuk bermimpi. Melalui buku, kalian bisa menjelajahi dunia. Jadilah generasi literat yang membanggakan orang tua, sekolah, dan daerah kita,” pesannya.

Beliau juga mengingatkan bahwa lomba ini bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan pengalaman berharga untuk melatih kepercayaan diri, keterampilan berbicara, dan kemampuan memahami isi bacaan.


Dampak Positif bagi Generasi Muda

Pelaksanaan lomba bertutur diyakini membawa banyak manfaat, di antaranya:

  1. Meningkatkan Minat Membaca – Anak-anak semakin termotivasi untuk membaca buku karena harus menuturkan kembali cerita yang dibaca.
  2. Melatih Public Speaking – Peserta belajar berbicara di depan umum dengan percaya diri.
  3. Menanamkan Nilai Budaya – Melalui cerita lokal, anak-anak mengenal kearifan budaya daerah.
  4. Membangun Karakter – Pesan moral dari cerita membantu membentuk sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Menyiapkan Generasi Literat – Membekali anak-anak dengan kemampuan literasi dasar yang akan bermanfaat sepanjang hayat.

Harapan Pemkab Musi Rawas

Dengan suksesnya lomba bertutur tahun 2025, Pemkab Musi Rawas berharap kesadaran literasi semakin tumbuh di kalangan pelajar dan masyarakat. Kegiatan serupa rencananya akan terus digelar secara rutin dengan skala yang lebih besar, sehingga dampaknya bisa menjangkau lebih luas.

“Kami ingin Musi Rawas menjadi kabupaten yang literat. Masyarakatnya gemar membaca, cerdas, dan berkarakter kuat. Semua ini berawal dari anak-anak kita yang kita bimbing sejak dini,” ujar perwakilan Dinas Perpustakaan.


Kesimpulan

Lomba bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Musi Rawas tahun 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebuah gerakan nyata untuk menumbuhkan kegemaran membaca, membangun budaya literasi, serta mempersiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa.

Dengan dukungan penuh dari Pemkab Musi Rawas, Dinas Perpustakaan, sekolah, dan orang tua, diharapkan lomba ini menjadi langkah awal menuju masyarakat Musi Rawas yang lebih literat, kreatif, dan bermartabat.(Redaksi)



( Sumber: mediapatriot.co.id )

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>

Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak .

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
Klik di sini untuk bergabung