Kota Bekasi, MPN
Maraknya kasus pelecehan seksual yang melibatkan kalangan anak-anak atau pelajar belakangan ini menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Beragam upaya pun dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi asusila yang merusak masa depan generasi bangsa.
Salah satunya dilakukan jajaran pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, yang rutin menggiatkan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Go to School. Program ini menjangkau lembaga-lembaga pendidikan tingkat SD hingga SMA.
Seperti pada Kamis (16/4) pagi, tim pelaksana PATBM Go to School menyambangi SDN Ciketingudik III untuk memberikan penyuluhan tentang pendidikan seks secara dini. Kegiatan ini juga melibatkan pihak UPTD Puskesmas Ciketingudik dan penyuluh agama dari KUA Kecamatan Bantargebang selaku narasumber.
Selain pemaparan dan penyuluhan tentang edukasi seks, kegiatan ini juga dilaksanakan secara interaktif dengan rangkaian kuis yang diberikan Ketua Tim Pelaksana PATBM Go to School yang juga Ketua LPM Ciketingudik, Salim Samsudin. Adanya kuis ini langsung memancing minat para murid SDN Ciketingudik III untuk menyimak dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.
Seperti dijelaskan Ketua Tim Pelaksana PATBM Go to Scholl Ciketingudik, Salim Samsudin, program ini menjadi agenda tetap yang dilaksanakan secara bergilir di seluruh sekolah yang ada di wilayah Ciketingudik. “Ini menjadi bagian dari dukungan masyarakat untuk bersama menjaga anak-anak kita dari aksi kejahatan yang sedang marak saat ini, salah satunya kejahatan pelecehan seks,” tegasnya.
Salim menyebut program ini juga melibatkan segenap stakeholder, seperti aparatur Kantor Kelurahan Ciketingudik, unsur Tiga Pilar dari kepolisian dan TNI AD, UPTD Puskesmas, dan kalangan tokoh agama. “Topik penyuluhan juga berbeda di tiap lembaga pendidikan, jika untuk kalangan siswa SMP dan SMA kami fokus terhadap pencegahan kenakalan remaja dan aksi perundungan siswa, sedangkan untuk murid SD kami fokus pencegahan aksi pelecehan seksual yang bisa merusak masa depan anak-anak kita,” paparnya.
Usai menyampaikan pemaparannya, Kepala UPTD Puskesmas Ciketingudik, Hj Nurjannah menekankan pentingnya edukasi seksual sejak dini kepada kalangan pelajar. “Saat ini pendidikan seks bukanlah hal yang tabu, justru sangat penting untuk diketahui oleh anak-anak sejak dini,” tegasnya.
Menurut Nurjannah dengan edukasi seks, anak-anak dapat mengetahui batasan-batasan dalam pergaulan. “Anak-anak bisa lebih menjaga diri, dan berani melapor jika ada orang yang ingin mengganggunya atau berusaha melakukan pelecehan terhadapnya,” kata Nurjannah.
Sementara, penyuluh agama dari KUA Kecamatan Bantargebang, Ustadz Saepudin, menyatakan peran masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah aksi kejahatan terhadap anak-anak. “Termasuk peran orangtua dan keluarga yang menjadi benteng pertama bagi perkembangan anak,” ujarnya.
Saepudin berharap pihak keluarga senantiasa membekali anak-anak dengan nilai-nilai agama. “Pendidikan keagamaan juga dibutuhkan untuk membentuk akhlak dan etika anak-anak kita, sehingga bisa menghindari anak-anak kita terlibat dalam aksi kejahatan dan kenakalan remaja,” ungkapnya. (Mul)

