Bandung | mediapatriot.co.id – Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, hadir sebagai pemateri dalam Diskusi Panel Pasis Dikreg LV Sesko TNI yang diselenggarakan oleh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) di Bandung, Jumat (08/05/2026). Kehadiran PT Dahana dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan industri pertahanan nasional melalui holding industri pertahanan Defend ID.
Diskusi panel tahun ini mengangkat tema “Peran Strategis Industri Pertahanan dalam Menghadapi Perkembangan Situasi Geopolitik dan Geostrategis Global Saat Ini untuk Mendukung Kesiapan Pertahanan RI.” Tema tersebut menyoroti pentingnya penguatan industri pertahanan nasional di tengah situasi geopolitik global yang semakin dinamis dan kompleks.
Kegiatan tersebut menghadirkan seluruh Direktur Utama perusahaan yang tergabung dalam Holding Industri Pertahanan Defend ID. Forum ini juga menjadi wadah strategis dalam memperkuat sinergi antara industri pertahanan nasional, TNI, pemerintah, serta para pemangku kepentingan lainnya guna mendukung kesiapan pertahanan negara dan mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Dalam pemaparannya, Hary Irmawan membawakan materi bertajuk “Pengembangan Energetic Material untuk Kemandirian Pertahanan Nasional.” Ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi energetic material memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan pertahanan nasional sekaligus memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri.
Menurut Hary Irmawan, PT Dahana terus berupaya memperkuat kapasitas nasional melalui inovasi, pengembangan teknologi, serta kolaborasi strategis dengan berbagai pihak guna mendukung kemandirian pertahanan nasional.
“Penguasaan teknologi energetic material menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional. PT Dahana terus berupaya memperkuat kapasitas nasional melalui inovasi, pengembangan teknologi, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak,” ujar Hary Irmawan dalam kegiatan tersebut.
Selain fokus pada pengembangan teknologi, PT Dahana juga mendorong peningkatan kerja sama antara industri pertahanan, TNI, pemerintah, akademisi, dan lembaga riset. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat penguasaan teknologi strategis nasional dan memperkuat daya saing industri pertahanan Indonesia di masa mendatang.
Keikutsertaan PT Dahana dalam Diskusi Panel Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan pertahanan nasional melalui pengembangan teknologi strategis dan peningkatan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Melalui forum tersebut, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan geopolitik global serta mendukung kesiapan pertahanan Republik Indonesia secara berkelanjutan.(M.Rahmat)
