Jakarta – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal 2026 pada Rabu, 13 Mei di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI Jakarta
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Persatuan Indonesia untuk Perdamaian Dunia” menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat konsolidasi kebangsaan di lingkungan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang halal bihalal pasca Idulfitri, tetapi juga forum silaturahmi kebangsaan untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan nasional di tengah dinamika bangsa dan tantangan global.
Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal MN KAHMI 2026 menjadi ruang mempererat hubungan antar alumni HMI sekaligus mempertegas kontribusi KAHMI dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang adil, makmur, dan berperadaban,”.
Semangat persatuan dan kebangsaan mewarnai agenda Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) 2026 yang digelar penuh khidmat dan kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah, memperkuat nilai kebangsaan, serta menjaga persatuan Indonesia di tengah berbagai tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Koordinator Presidium MN KAHMI, Prof. Dr. Abdullah Puteh menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan panggilan sejarah sekaligus amanah besar bangsa Indonesia.
Tema pada kesempatan ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan sejarah dan amanah bangsa. Indonesia dibangun atas keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama. Para pendiri bangsa telah mewariskan kepada kita semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi persatuan nasional,” ujar Abdullah Puteh
Ia menambahkan, di tengah dinamika sosial dan perkembangan global yang terus berubah, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suasana halal bihalal berlangsung hangat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional, pengurus KAHMI, alumni HMI dari berbagai daerah, serta para undangan lintas elemen masyarakat. Kehadiran Jusuf Kalla, Riaza Patria dan Perwakilan Duta Besar Iran turut menambah nilai kebangsaan dalam forum silaturahmi tersebut.
Melalui kegiatan ini, MN KAHMI berharap semangat persatuan dan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda demi Indonesia yang harmonis, maju, dan berkeadilan.
Momentum Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal MN KAHMI 2026 berlangsung penuh kehangatan dan semangat persatuan. Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Persatuan Indonesia” ini menjadi ruang refleksi kebangsaan sekaligus mempererat ukhuwah antar kader dan tokoh nasional dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika sosial dan politik nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria menyampaikan apresiasi atas konsistensi KAHMI yang terus menghadirkan ide, gagasan, dan aktivitas positif bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.
“Hari ini dengan tema Merawat Persatuan Indonesia, saya berterima kasih karena kembali mendapat kesempatan hadir bersama para senior, termasuk Pak Jusuf Kala dan teman-teman pengurus. Kita bersyukur, itulah kelebihan KAHMI, selalu memiliki ide, gagasan, dan aktivitas yang luar biasa,” ujar Ahmad Riza Patria.
Ia menegaskan bahwa sebuah organisasi tidak cukup hanya memiliki gagasan dan pemikiran semata, namun juga harus dibarengi dengan ilmu, kontribusi nyata, serta kemampuan membangun perhatian publik terhadap berbagai persoalan bangsa.
Menurutnya, KAHMI selama ini dikenal sebagai organisasi yang memiliki idealisme kuat dan tetap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Namun demikian, kritik yang disampaikan harus tetap mengedepankan semangat persatuan dan kepentingan bangsa di atas segalanya.
“KAHMI memiliki idealisme, tetap mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah. Saya berharap warga KAHMI memiliki gagasan-gagasan besar, tetapi juga menjadi organisasi pemersatu bangsa,” tegasnya.
Acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal MN KAHMI 2026 ini turut dihadiri berbagai tokoh nasional, pengurus, kader, serta elemen masyarakat yang bersama-sama meneguhkan komitmen menjaga persatuan Indonesia, memperkuat nilai kebangsaan, dan merawat semangat kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan menjadi simbol bahwa dialog, silaturahmi, serta kolaborasi lintas elemen tetap menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan bersatu.
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) BKPRMI, H. Said Aldi Al Idrus, menegaskan komitmen organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan ustaz-ustazah serta keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an melalui TKTPA di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam agenda Rapimnas BKPRMI 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Dalam sambutannya, Said Aldi Al Idrus menyampaikan apresiasi kepada perwakilan Kementerian P2MI, Kementerian Koperasi, serta BPJS yang hadir dan siap bersinergi bersama BKPRMI melalui sejumlah draft nota kesepahaman (MoU) yang tengah disiapkan.
Ia menegaskan, perjuangan BKPRMI terhadap kesejahteraan guru ngaji dan ustaz-ustazah telah dilakukan sejak lama oleh para senior organisasi, termasuk Idrus Marham dan Ali Mochtar Ngabalin. Menurutnya, perhatian terhadap para pengajar Al-Qur’an merupakan bentuk penghormatan terhadap peran besar mereka dalam membentuk generasi Qurani bangsa.
Said Aldi juga mengenang perjuangan BKPRMI pada masa pandemi COVID-19 tahun 2022 saat dirinya bertemu langsung dengan Wakil Presiden RI. Dalam pertemuan tersebut, BKPRMI menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi ustaz-ustazah adalah insentif dan bantuan operasional bagi TKTPA yang terdampak pandemi.
“Saat itu kami menyampaikan bahwa ada sekitar 51 ribu TKTPA binaan BKPRMI di seluruh Indonesia. Awalnya pemerintah menawarkan bantuan untuk 10 ribu TKTPA, namun kami terus memperjuangkan hingga akhirnya 20 ribu TKTPA mendapatkan bantuan masing-masing Rp10 juta,” ujarnya.
Program bantuan tersebut, lanjutnya, menjadi bukti nyata kepedulian negara terhadap para guru ngaji yang selama pandemi mengalami kesulitan akibat berhentinya aktivitas belajar mengajar tatap muka.
Ia juga mengungkapkan bahwa kesejahteraan ustaz-ustazah di berbagai daerah masih sangat beragam. Ada yang hanya menerima insentif Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per bulan, namun ada pula daerah seperti Bontang yang telah memberikan insentif hingga Rp2 juta per bulan kepada ustaz-ustazah.
Menurutnya, keberhasilan Kota Bontang menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah daerah dapat hadir memberikan perhatian serius kepada para pengajar Al-Qur’an. Ia pun meminta seluruh pengurus DPW dan DPD BKPRMI di Indonesia aktif menyuarakan kebutuhan para ustaz-ustazah kepada pemerintah daerah masing-masing.
“Ustaz-ustazah ini wajib kita perhatikan. Mereka bergerak dengan penuh keikhlasan karena Allah. Bahkan dengan insentif kecil mereka tetap mengabdi demi pendidikan agama generasi bangsa,” tegasnya.
Selain itu, Said Aldi juga menyoroti pentingnya penyelenggaraan Festival Anak Soleh Indonesia yang dinilai sebagai wadah strategis membangun karakter generasi muda Islam. Ia meminta agar lokasi pelaksanaan kegiatan dipilih secara bijak dan mempertimbangkan kemudahan akses bagi para peserta dari seluruh daerah.
Ia optimistis seluruh agenda BKPRMI ke depan akan terus mendapatkan dukungan luas dari masyarakat maupun pemerintah, termasuk harapan agar Festival Anak Soleh Indonesia mendatang dapat dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Menutup sambutannya, Said Aldi Al Idrus mengajak seluruh pengurus BKPRMI mulai dari DPP hingga tingkat kelurahan untuk terus menjaga kekompakan dan semangat pengabdian dalam membina generasi Qurani serta memperkuat kegiatan sosial kemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Red Irwan Hasiholan
