JAYAPURA – Mediapatriot.co.id | Perkumpulan Perempuan Kawanua (PPK) Papua terus memperkuat eksistensinya sebagai organisasi perempuan yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 PPK Kota Jayapura yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus tingkat distrik di Kota Jayapura serta pelantikan pengurus tingkat Provinsi Papua.

Ketua Umum Perkumpulan Perempuan Kawanua Papua Indonesia, Dr. Agustina J. Poli, M.Si., mengatakan bahwa organisasi yang berkedudukan di Kota Jayapura tersebut memiliki visi untuk memperluas jaringan hingga ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan mancanegara.

“Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa ada Perkumpulan Perempuan Kawanua Papua Indonesia yang berkedudukan di Kota Jayapura. Karena itu, pembentukan dan pelantikan pengurus terus dilakukan hingga ke tingkat provinsi, kabupaten, kota, dan distrik,” ujarnya usai kegiatan.

Menurutnya, sebelum pelantikan pengurus tingkat Provinsi Papua, organisasi tersebut telah lebih dahulu melantik kepengurusan di Provinsi Papua Pegunungan. Selain itu, kepengurusan juga telah terbentuk di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Perempuan Kawanua Papua dilandasi semangat untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan perempuan.
“Kami ingin perempuan Kawanua tetap eksis dalam pembangunan. Bukan hanya untuk perempuan Kawanua, tetapi juga bagi perempuan-perempuan lain yang hidup berdampingan bersama kami di Tanah Papua,” katanya.
Dalam menjalankan aktivitas organisasi, Perempuan Kawanua Papua juga aktif berkolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat peran perempuan di berbagai sektor kehidupan sosial kemasyarakatan.
Secara kelembagaan, organisasi ini telah memiliki dasar hukum yang sah. Legalitas Perkumpulan Perempuan Kawanua Papua Indonesia diperoleh melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0049145.AH.01.07 Tahun 2023 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Perempuan Kawanua Papua Indonesia.
Berbekal legalitas tersebut, berbagai program sosial terus dijalankan oleh pengurus di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain aksi sosial, anjangsana, serta berbagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Perempuan Kawanua hadir dan peduli terhadap sesama. Hal itu telah kami wujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang melibatkan pengurus dan anggota di berbagai daerah,” jelasnya.
Terkait pesan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura dalam kegiatan tersebut, pihaknya menyambut positif ajakan untuk bersinergi dalam mendukung program pembangunan daerah.
“Kami sangat mendukung apa yang disampaikan pemerintah. Ke depan, seluruh pengurus Perempuan Kawanua di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota akan terus bersinergi dengan program-program pemerintah agar keberadaan organisasi ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan di Papua,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan yang diawali dan ditutup dengan ibadah juga menjadi refleksi penting bagi organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan dalam setiap aktivitasnya. Menurutnya, doa dan ibadah menjadi fondasi utama agar seluruh program yang dijalankan mendapatkan penyertaan Tuhan serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Setiap kegiatan selalu kami awali dengan doa dan ibadah agar seluruh pekerjaan yang dilakukan mendapat berkat dan tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa. Harapan kami, para perempuan dapat terus berkarya, bertumbuh, dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar,” tutup Dr. Agustina J. Poli.
Perayaan HUT ke-12 Perkumpulan Perempuan Kawanua Kota Jayapura yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas, memperluas pelayanan sosial, serta meningkatkan kontribusi perempuan Kawanua dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
(John Karma)

