Kamis | 18 Juni 2026 | Pukul | 08:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Pantai Cermin | Tanjung Pura | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini — Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi yang perlahan menggeser ruang hidup budaya tradisional, sebuah gerakan kebudayaan yang lahir dari masyarakat kembali membuktikan bahwa warisan leluhur tidak pernah kehilangan tempat di hati generasi bangsa.
Melalui penyelenggaraan Lomba Permainan Tradisional dan Malam Pentas Budaya, Sanggar Seni Mergat Bertuah sukses menghadirkan ruang edukasi, hiburan, sekaligus penguatan identitas budaya yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Juni 2026, di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Desa Pantai Cermin tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya lokal yang selama ini terus menghadapi tantangan perubahan zaman.
Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang mengangkat kembali permainan tradisional serta kekayaan seni budaya Melayu sebagai bagian dari identitas masyarakat Langkat.
Lebih dari sekadar sebuah acara seremonial, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan yang inklusif, edukatif, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Kehadiran anak-anak, remaja, pemuda, tokoh masyarakat, hingga para pelaku seni menunjukkan bahwa budaya masih memiliki daya hidup yang kuat ketika diberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang.
Pada kesempatan tersebut, Sanggar Seni Mergat Bertuah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara atas dukungan yang diberikan terhadap berbagai program pelestarian budaya yang dilaksanakan di Kabupaten Langkat.
Dukungan tersebut dinilai menjadi energi positif bagi komunitas seni dan budaya untuk terus bergerak menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Menjaga Warisan Leluhur Melalui Permainan Tradisional
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian masyarakat adalah pelaksanaan lomba permainan tradisional yang menghadirkan berbagai jenis permainan rakyat yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Perlombaan Layang-Layang Kreasi dan Galah Panjang (Gobak Sodor) menjadi magnet tersendiri bagi peserta maupun penonton.
Permainan yang sarat nilai kebersamaan tersebut berhasil menghidupkan kembali suasana masa lalu yang penuh semangat gotong royong, sportivitas, dan interaksi sosial yang kini mulai berkurang akibat dominasi teknologi digital.
Di tengah maraknya penggunaan gawai dan permainan berbasis teknologi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan karakter yang sangat tinggi.
Anak-anak dan remaja yang mengikuti perlombaan tampak menikmati setiap tahapan kompetisi.
Mereka tidak hanya belajar tentang aturan permainan, tetapi juga memahami makna kerja sama tim, kedisiplinan, kejujuran, serta semangat kompetitif yang sehat.
Ketua Sanggar Seni Mergat Bertuah, H. Khairul Abidin, S.Kep., Ners, menegaskan bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Budaya merupakan identitas dan jati diri bangsa yang harus dijaga.
Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan permainan tradisional serta seni budaya daerah yang menjadi warisan leluhur,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan akar budaya bangsa.
Sebaliknya, perkembangan zaman harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat eksistensi budaya lokal agar tetap relevan dan dikenal oleh generasi masa kini.
Budaya Sebagai Instrumen Pembangunan Karakter Bangsa
Pelestarian budaya tidak hanya berbicara tentang menjaga tradisi atau mempertahankan nilai historis semata.
Lebih dari itu, budaya merupakan instrumen strategis dalam membangun karakter masyarakat yang berintegritas, berakhlak, dan memiliki kesadaran kolektif terhadap identitas kebangsaan.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, penguatan nilai-nilai budaya lokal menjadi salah satu solusi dalam membentuk karakter yang berlandaskan moral, etika, dan kearifan lokal.
Kegiatan yang dilaksanakan Sanggar Seni Mergat Bertuah menjadi contoh bagaimana budaya dapat berfungsi sebagai media pendidikan nonformal yang efektif.
Melalui pendekatan seni dan permainan rakyat, masyarakat diajak untuk memahami kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.
Semangat kebersamaan yang tercermin dalam setiap perlombaan dan pertunjukan seni menjadi gambaran nyata bahwa budaya memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan sosial serta membangun solidaritas di tengah masyarakat.
Pemerintah Desa Berikan Dukungan Penuh
Komitmen Sanggar Seni Mergat Bertuah dalam menjaga kelestarian budaya juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pantai Cermin.
Kepala Desa Pantai Cermin, Muhammad Taufiq. Amk menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pelaku seni yang secara konsisten menghadirkan program-program kebudayaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan yang sehat, tetapi juga memiliki dampak positif dalam memperkuat nilai persatuan dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Sanggar Seni Mergat Bertuah.
Selain menjadi hiburan yang positif bagi masyarakat, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif yang sangat penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah serta mempererat persatuan dan kebersamaan warga,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu menjadi agenda budaya tahunan yang membanggakan bagi masyarakat Desa Pantai Cermin maupun Kabupaten Langkat secara keseluruhan.
Malam Pentas Budaya, Panggung Kebangkitan Identitas Melayu
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung pada Rabu malam (17/6/2026) melalui Malam Pentas Budaya yang digelar di Alun-Alun Serba Guna Desa Pantai Cermin.
Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan memadati lokasi acara.
Ribuan warga dari berbagai desa tampak antusias menyaksikan beragam pertunjukan seni yang dipersembahkan oleh para pelaku seni, pemuda, pelajar, dan komunitas budaya.
Nuansa Melayu yang begitu kental terasa sepanjang pertunjukan berlangsung.
Berbagai penampilan seni tradisional berhasil memukau penonton sekaligus menghidupkan kembali kebanggaan terhadap kekayaan budaya daerah.
Gemuruh tepuk tangan dan sorak dukungan dari masyarakat menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Langkat.
Tidak hanya menjadi panggung hiburan rakyat, Malam Pentas Budaya juga menjadi ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan kecintaan mereka terhadap budaya daerah.
Momentum tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas seni semata, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Meneguhkan Identitas, Menatap Masa Depan
Keberhasilan penyelenggaraan Lomba Permainan Tradisional dan Malam Pentas Budaya menjadi refleksi bahwa budaya lokal masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah perubahan zaman.
Melalui kolaborasi antara Sanggar Seni Mergat Bertuah, Pemerintah Desa Pantai Cermin, Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara, serta dukungan masyarakat, kegiatan ini berhasil menghadirkan ruang bersama yang memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi pesan penting bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga nilai-nilai budaya sebagai fondasi peradaban.
Ketika budaya tetap hidup di tengah masyarakat, maka jati diri bangsa akan tetap terjaga.
Dan ketika generasi muda mencintai warisan leluhurnya, maka masa depan bangsa akan memiliki akar yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan global.
Sanggar Seni Mergat Bertuah melalui berbagai program kebudayaannya kembali membuktikan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga kenangan masa lalu, melainkan investasi peradaban untuk masa depan.
“Melestarikan budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi meneguhkan identitas bangsa agar tetap berdiri kokoh menghadapi masa depan.”
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
