Mediapatriot.co.id | Jayapura
Sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati adat di Papua mengingatkan pentingnya menjaga transparansi serta kepastian hukum dalam setiap proses pemanfaatan tanah adat di tengah meningkatnya investasi dan pembangunan di berbagai wilayah Papua.
Menurut mereka, masuknya investasi merupakan peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, seluruh proses yang berkaitan dengan tanah ulayat harus dilakukan secara terbuka, melibatkan pemilik hak adat yang sah, serta mengikuti mekanisme adat yang berlaku.
Tanah adat di Papua memiliki nilai yang sangat penting karena tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut identitas, sejarah, budaya, dan keberlangsungan hidup masyarakat adat secara turun-temurun.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah menyerahkan kewenangan pengambilan keputusan kepada pihak-pihak yang tidak memiliki legitimasi atau mandat dari pemilik hak ulayat.
Pengamat sosial Papua menilai langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar tidak muncul pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan kelompok, lembaga, maupun organisasi tertentu.
“Semua pihak harus memastikan bahwa setiap proses yang berkaitan dengan tanah adat dilakukan secara transparan dan melibatkan pemilik hak ulayat yang sah. Dengan demikian, potensi kesalahpahaman dan konflik dapat dihindari,” ujarnya.
Selain itu, organisasi adat diharapkan terus memperkuat perannya sebagai penjaga nilai-nilai budaya dan pelindung hak-hak masyarakat adat. Kehadiran lembaga adat yang kuat dinilai penting untuk memastikan setiap keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat adat.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus melakukan pengawasan serta memastikan seluruh proses investasi berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Verifikasi kepemilikan hak ulayat, keterbukaan informasi, dan dialog dengan masyarakat adat menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkeadilan.
Para tokoh masyarakat menegaskan bahwa pembangunan dan investasi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas tanpa menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.
Papua membutuhkan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Namun, seluruh pihak juga perlu bersama-sama menjaga agar tidak muncul praktik-praktik yang berpotensi merugikan masyarakat adat. Melalui transparansi, keterlibatan pemilik hak ulayat, serta penghormatan terhadap mekanisme adat, pembangunan di Papua diharapkan dapat berlangsung secara aman, adil, dan berkelanjutan.(John Karma)
