Pena 98 Sulteng Berduka, Derita Sakit, Andi Mizwar Berpulang (In Memorial episode 1)

Oleh: Yahdi Basma, S.H.
(PLt Ketua DPD NasDem Kota Palu)

PALU, MPI_Innalillahi wainnailaihi rajiun, potongan Qalam Ilahi di QS. Al-Baqarah ayat 156 ini memenuhi wall sejumlah WA Grup yang saya ikuti.

Lihat Juga Video : Mencegah Covid-19 Konsumsi Air Hydrogen Alkali Setiap Hari Yang Diproses Menggunakan Botol Hidrogen Alkali

Baca Juga : Berita Jajaran POLRI Mulai dari POLSEK / POLRES / POLDA

Baca Juga : DAFTAR VIPLUS Khusus Yang Belum Pernah Ikut VTUBE Sebelumnya

Bantu Like, Comment dan Subscribe Channel Youtube mediapatriot.co.id yah... Terima Kasih : https://youtu.be/HYhDRP35P9Y

“Sahabat kita, Andi Mizwar Arman, berpulang ke rahmatullah pukul 13.04 Wita di RS PELNI Jakarta…”, caption tersebut ditulis oleh salah satu rekan sekaligus tetuah yang saya hormati, Kak Mulhanan Tombolotutu.

Saya dan kawan-kawan tentu kaget. Sebab, walau berbeda tempat dan aktivitas, beliau kerap menjalin komunikasi dengan kawan-kawan lama dan sanak keluarganya di Kota Palu dan  Makasar. Saya pun teringat saat pertemuan yang terjadi beberapa puluh tahun silam.

“Andi Mizwar Arman, begitu nama lengkap saya Yahdi, pake huruf Z, bukan S. Huruf S itu huruf loyo, Zorro, bukan Sorro tohhh…?”, demikian Miswar (panggilan kami untuk nya) menimpali saya suatu ketika di tahun 1995, lupa persisnya saat bikin komposisi pengurus suatu organisasi atau panitia.

Di akhir tahun 1992, saya dengannya lebih dari 2 tahun tidur di kamar kost yang sama, berdinding papan, semi permanen di kawasan jalan Yos Sudarso, Kelurahan Talise, Kota Palu.

Taktik ini kami lakukan tentu karena 1 alasan, uang kost tak cukup, maka harus kongsi/saweran bayar berdua, maka sekamar dihuni 2 orang.

Ketika kami putuskan berpindah kost pun, saya demikian dengan sahabat saya, Dedy Kurniawan, sekamar berdua dengan alasan yg sama, saweran bayar kost saban bulan.

Dedy ini kawan karib, partner Miswar kemana-mana arungi sejumlah kantin fakultas seantero kampus Universitas Tadulako (Untad) Kota Palu guna mencari kawan, cewek, kopi dan ide-ide baru dalam diskusi, termasuk mencari masalah-masalah baru.

Kami beda fakultas, namun diakrabkan oleh kebiasaan ngumpul di kantin. Saya mengenalnya sebagai kawan setia penuh cinta. Seluruh kawan dekat Miswar, alami hal yang setara, kerap dilayani segenap urusannya, spesial soal editing dan pengetikan skripsi ketika kami semua berlomba-lomba kejar wisuda karena terus diteror bakal di DO.

Dalam panasnya dinamika Kampus lawan Orde Baru, 1995-1996, Miswar adalah 1 tenaga inti di gerakan mahasiswa kala itu.

Selain aktif di FKMP (Forum Komunikasi Mahasiswa Palu), Miswar adalah organizer di FISIP Untad dan dinamisir berbagai diskusi dan media manual terbitan-terbitan kampus.

Pasca 27 Juli 1996 (kerusuhan 27 Juli 1996 Jakarta), diprovokasi kawan Bahar B M, seiring redupnya SMID dan FKMP, kami kemudian bentuk FMIST (Front Mahasiswa Indonesia Sulteng) yang dikenal sebagai organ ekstra-kampus yang keras mengawal isu “Lawan Orde Baru” hingga di akhir 1999.

Pada gelar Kongres-I di Sekretariat HMI MPO (rumah panggung Andi Ridwan Adam di bilangan INPRES Palu Barat), dengan hasil, saya, Miswar dan Andi Ridwan sebagai Pendiri, dan Abdi Losulangi dimandat Ketua FMIST Pertama.

Setahun kemudian, setelah berdiri, pasca Abdi, FMIST dipimpin Yusuf Lakaseng dan kawan-kawan, dengan bentuk komisariat seluruh kampus, isi panggung mimbar bebas tiap saat, aksi graffiti dan gencarkan aksi-aksi lawan Orba.

Di semua jejak perjuangan, selalu ada Miswar yang menyemangati. Ia bak lentera bagi kami digelapnya jalanan kala itu.

Sampai diujung hidupnya pun, 29 tahun kemudian, Miswar adalah tempat curhat kawan-kawan lama, apalagi yang tak punya cukup uang, untuk sekedar dibuatkan design cantik-menarik, lay-out undangan pesta jika ada anak-anak diantara kami yang dapat jodoh, Aqiqah anak atau cucu kawan-kawannya, Podo’a, bikin sticker ini-itu, logo, spanduk backdrop, dan lain-lain. Andi Miswar adalah orang tepat untuk kami minta tolongi.

Ujung hidupnya kemudian ia pilih dalam jalan sunyi, penuh sedekap dzikir mengingati Rabbi, di sebuah Yayasan/Kelompok Thareqat di bilangan Kembangan, Jakarta.

Tahun 2010, ia pernah mengajak dan “membaiat” ku, di Kantor cabang nya di kawasan jalan Munif Rahman, Silae, Palu.

Selamat jalan sahabatku…
Penuh cinta dan do’a kami untuk mu…
Kami semua tentu sedih dan pasti kirim do’a terbaik buatmu….

Dari sahabat-sahabatmu, Rasyidi Bakry, Aya Sultan, Theo Masykur, Aris Tan, Malahayati Malahayati, Abdi, Anto Sangadji, Bahar, Hengky Idrus, Dedy, dan kawan-kawan.(dewi)

Informasi Bagian Iklan mediapatriot.co.id: Hubungi Whatsapp Center 08999208174

Info Penting: Warga Negara Indonesia Dilarang Mudik 2021 (mediapatriot.co.id)

BERITA KE 2 >>>>

Baca Berita Hari Ini di MediaPATRIOT.CO.ID>>>

RajaBackLink.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed