oleh

Anniversary Kelompencapir Ke-2 Merek Kolektif Sebagai Solusi Ekonomi Kreatif

MediaPATRIOT – Jakarta, 14 Januari 2022 – Awal tahun 2022 ini KELOMPENCAPIR merayakan HUT Ke 2 di Lagoon Avenue Hotel Sultan, Jakarta pada hari Jumat, 14 Januari 2022.

Acara Anniversary Kelompencapir ini juga diisi dengan diskusi-dikskusi dari para pembicara kepentingan dibidang UMKM, dimana para peserta undangan yang hadir wajib menjalankan Prokes 5 M.

Adapun tema dari Seminar Kelompencapir yaitu “Merek Kolektif Sebagai Solusi Bagi Koperasi & UMKM Meningkatkan Pertumbuhan Perekonomian Melalui Ekonomi Kreatif Pada Era Derupsi”, membahas :

1. Merek kolektif dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing produk koperasi dan umkm serta ekonomi kreatif

2. Merek kolektif menjadi daya dorong bagi hki utk dapat diterapkan menjadi jaminan pada perjanjian kredit
(Sementara ini hki masih sulit utk diterima karena dianggap nilai objek jaminannya blm bisa di nilai secara baik; diharapkan dg merek kolektif yang lebih besar produk dan lebih luas cakupannya dapat menjadi harapan baru bagi hki utk dapat diterima sbg objek jaminan

3. Ini misi besarnya
Melalui merek kolektif semoga Mengembalikan koperasi menjadi soko guru perekonomian di Indonesia.

Dr. Dewi Tantri. S. H, MH. (Ketum Kelompencapir) memberikan padangan terkait acara tersebut dihadapan Wartawan-wartawan online yaitu bahwa :
“memberikan Pandangan terhadap para perempuan supaya mereka membangkitkan perekonomian Indonesia melalui UMKM Yang tergabung dalam Kelompok Pencapir.Jumat,(14/01/2022).

Dewi Tantri menjelaskan, sebagaimana kita ketahui dua kali krisis ekonomi UMKM selalu menjadi Backbone bagi perekonomian masyarakat, tetapi krisis kali ini sangat berbeda karena krisis nya tidak hanya tentang sosial dan ekonomi tetapi karena pandemi.

Dewi Tantri Menjelaskan,di mana sangat menyulitkan adanya social distancing membuat mata rantai penjualan itu terputus. UMKM itu memang luar biasa seperti semut rangrang. Jadi mereka itu kalaupun digencet pasti akan menggigit.

Kita selalu upayakan memberikan harapan, Apapun itu harus menjadi peluang sebagaimana pemerintah sudah canangkan peluangnya adalah tentang digitalisasi. Kita melihat instruksi pemerintah merubah segala sesuatunya itu harus menjadi digital. Kalau kita tidak masuk ke digital, kita akan tergerus.

Ternyata tidak mudah karena dari 64 juta UMKM yang ada itu hanya persentasenya mungkin ya awalnya 4% mungkin lebih yang masuk ke pasar digital.

Pengetahuan untuk cara bertransaksi itu sendiri tidak tidak serta merta dapat dilakukan oleh para pelaku UMKM. Oleh karena itulah yang menginisiasi kami disini kelompok diskusi untuk terus juga menggedor opportunity – opportunity agar bisa dilakukan oleh para UMKM itu supaya tetap bisa eksis atau minimal tidak mati.paparnya.

Dr.Dewi yang juga Ketua Kelompok Pencampir ini menambahkan,kita tahu bahwa selama ini di Indonesia itu jika jalan sendiri untuk bikin brand sendiri ketika kegiatan promosi sendiri akhirnya bunuh-bunuhan sendiri karema politik.
Ini adalah suatu solusi dimana para UMKM itu bisa berkumpul dari manapun ke tempat manapun contohnya koperasi bisa dalam satu kelompok asosiasi perkumpulan atau kelompok usaha bersama di mana bisa menjadi agregator buat para UMKM.

Untuk bersatu dalam merek kolektif produknya berbeda-beda. Merek kolektif itu adalah satu merek yang dimiliki oleh bersama-sama. Jadi kalau misalnya anda bikin baju batik misalnya bikin baju batik untuk banyak jika hanya sendiri akan capek. Kita semua ayo kita berkolaborasi bikin baju batik namanya misalnya Irwan batik. Seperti disebutkan Irwan batik tidak menghilangkan siapa produser sebenarnya. itulah menjadi jawaban Kenapa UMKM dan koperasi di Eropa, di Amerika, di Jepang itu besar karena mereka menerapkan konsep merek kolektif pada kegiatan usahanya. Terkait digital bagaimana untuk memberikan edukasi kepada rekan-rekan karena banyak yang tidak mengetahui. Supaya mereka lebih paham tentang bagaimana cara mendapatkan penghasilan. Jalan sendiri-sendiri tentunya akan sulit karena ada keterbatasan menyia-nyiakan tenaga dan segala macam.

Kalau dia bergabung di dalam satu merek kolektif maka menjadi inisiator yaitu kendala ekspor untuk umum kedua kontinuitas dan kuantitas. Masalah bisa terjadi karena itu tadi kurangnya kontinu dan kurangnya daya pasok. Dengan adanya merek kolektif dua hal ini bisa menjadi jawaban. Karena saya ikut merk Irwan batik, maka dia yang jualan seperti itu sangat bermanfaat. tetapi hal ini belum tersosialisasi dengan baik. Bagaimana cara menekan ego untuk menyamakan persepsi dan melangkah ke depan dengan melihat sesuatu yang lebih besar yang akan dicapai.

Menurut nya ,Menurunkan ego samakan persepsi ringankan langkah untuk menjadi sosok yang lengkap dengan mempergunakan barang Collective. Kedepannya untuk diri sendiri Kelompencapir adalah suatu classification yang isinya adalah notaris kelompencapir. Kelompok pembaca pendengar dan pemikir ini adalah suatu oase bagi yang pengen mempelajari ilmu hukum. Kasus ekonominya ada untuk perbankan. Bisa dielaborasi karena kita juga ingat kita tidak bisa hidup sendiri. Kita pasti ada orang-orang makanya ini dalam acara ini tidak cuman satu. Supaya yang belum mendapatkan akses pengetahuan dan mereka juga paham tentang dunia kenotariatan mutualisme simbiosis. Yaitu bagus untuk anggotanya itu sebetulnya kan ini namanya kelompok untuk edukasi. Jadi sebenarnya yang suka berdiskusi supaya akhirnya diskusinya itu hidup. Itu saja keuntungan – keuntungannya mereka mendapatkan sesuatu karena memang mendapat yang mungkin mereka senang bergabung. Apakah itu nanti akan dikembangkan terus.

Hari ini ulang tahun ke-2 diskusi dilaksanakan setiap bulan di biasanya minggu kedua dengan topik yang berbeda-beda. Dua pembicara sudah bilang bahwa keberanian kedepannya kolektif. Supaya akhirnya kita bisa memberikan pencerahan itu kepada teman-teman. Jadi kita tetap konsisten setiap bulan kita mengadakan diskusi karena konsistensi dan persistensi adalah kunci untuk segala sesuatu supaya bisa lebih dikenal, ” tuturnya.

(red Irwan)

Punya akun DANA gak? Klik saja sekarang ada uang Rp.101 untuk 99 orang pertama KLIK DISINI DANA KAGET

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed