Dalam amanatnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi), menyoroti tantangan sosial dan moral yang tengah dihadapi bangsa, khususnya generasi muda. Ia menilai generasi kini mulai kehilangan ikatan emosional dengan orang tua akibat tingginya paparan gawai dan lemahnya pembinaan karakter sejak dini.
โOrang tua kehilangan keterikatan emosional dengan anak karena gawai. Di negeri ini, kekayaan alamnya luar biasa, tapi terlalu banyak disandarkan pada struktur dan anggaran. Pemerintah daerah harus belajar dari institusi yang lebih disiplin seperti Lanud Suryadarma. Lihat bagaimana lingkungan Lanud tertata rapi meski anggarannya kecil โ itu karena manajemen yang benar,โ tegasnya.
Kang Dedi Mulyadi mengkritisi struktur birokrasi yang menyerap anggaran besar untuk struktur dan honorarium, sementara pekerja lapangan seperti petugas kebersihan kurang mendapat perhatian layak. Ia mencontohkan Vietnam yang berani memangkas birokrasi demi pembangunan.
โSaya mengajak ASN mencintai tempat kerja bukan hanya karena tunjangan, tapi sebagai ladang rezeki untuk mengabdi dan memberi manfaat bagi masyarakat. Saya turun langsung memunguti sampah tanpa memperhitungkan jabatan atau imbalan, karena tanggung jawab moral,โ ujarnya.
Apel juga menjadi momentum dialog Kang Dedi dengan 50 siswa peserta program pembinaan karakter, membahas latar belakang mereka, termasuk tawuran, bolos sekolah, dan kebiasaan merokok. Ia menekankan kontrak moral antara sekolah dan orang tua, termasuk perlindungan hukum bagi guru.(M Rahmat)
๐ฒ Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!
Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.
Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.
Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.
Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.