Siklon Tropis Senyar Dekati Sumatera: Aceh dan Sumut Terancam Cuaca Ekstrem, Aktivitas Warga Lumpuh
Jum’at|28 November 2025|Pukul|15:05|WIB
Mediapatriot.co.id|Langkat– Sumatera Utara |Berita Terkini|Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini atas dampak Siklon Tropis Senyar yang kini terpantau semakin mendekati wilayah barat Indonesia.
Sistem cuaca yang terbentuk di perairan Samudra Hindia sebelah barat Aceh itu memicu peningkatan intensitas hujan, angin kencang, hingga potensi gelombang tinggi yang memengaruhi wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan beberapa daerah pesisir lainnya.
Dalam laporan resmi yang dirilis Pusat Peringatan Dini Cuaca BMKG, pusat tekanan rendah Senyar mengalami penguatan sejak 26 November 2025 dan bergerak menuju area yang lebih dekat ke daratan Aceh.
Meski diprediksi melemah dalam 24–48 jam mendatang, Senyar tetap memberikan efek signifikan berupa hujan sangat lebat hingga ekstrem, angin dengan kecepatan tinggi, dan gelombang mencapai lebih dari 4 meter di sejumlah wilayah pesisir barat-barat laut Sumatera.
Aktivitas Warga di Beberapa Wilayah Mulai Terganggu
Di sejumlah titik pesisir Aceh dan Sumatera Utara, aktivitas masyarakat dilaporkan mulai lumpuh.
Sejak 48 jam terakhir, curah hujan terus meningkat dengan intensitas tidak stabil, membuat sebagian wilayah dilanda banjir genangan, akses transportasi terganggu, dan aktivitas nelayan terpaksa dihentikan.
Di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hujan berkepanjangan yang diperparah dampak tidak langsung Siklon Senyar membuat debit sungai meningkat.
Sejumlah kawasan rendah di Kecamatan Tanjung Pura, Wampu, Gebang, hingga Pematang Jaya mulai menunjukkan tanda-tanda luapan air yang berpotensi mengarah pada banjir lebih besar jika hujan ekstrem terus berlanjut.
BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca diperkirakan masih fluktuatif dan berpotensi memburuk pada malam hingga dini hari, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah.
BMKG: Waspadai Hujan Ekstrem, Longsor, Angin Kencang, dan Gelombang Tinggi
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG dalam keterangannya menyebutkan bahwa Siklon Tropis Senyar tidak hanya membawa hujan lebat, tetapi juga meningkatkan ketidakstabilan atmosfer di wilayah Sumatera bagian utara.
Beberapa potensi dampak cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai meliputi:
Hujan sangat lebat–ekstrem dalam durasi panjang
Banjir dan banjir bandang di wilayah aliran sungai besar
Longsor, terutama di daerah tebing curam dan perbukitan
Pohon tumbang akibat angin kencang
Gelombang tinggi 2,5–4 meter atau lebih di perairan barat Aceh dan Sumut
Gangguan jaringan listrik dan telekomunikasi akibat cuaca ekstrem
BMKG menekankan bahwa meskipun siklon diprediksi melemah, efek tidak langsung sistem tekanan rendah ini tetap dapat menimbulkan risiko hingga beberapa hari ke depan.
Pemerintah Daerah Diminta Siaga Tingkat Tinggi
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Simeulue telah mengeluarkan imbauan resmi kepada warganya untuk membatasi aktivitas luar ruangan, terutama bagi nelayan dan masyarakat di pesisir.
Sementara itu, BPBD di wilayah Sumatera Utara termasuk Langkat telah meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengaktifkan posko pemantauan banjir dan memastikan perangkat desa siap melakukan evakuasi cepat bila debit air sungai tiba-tiba meningkat.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi
BMKG mengimbau masyarakat tidak termakan informasi keliru atau istilah “badai santet” yang beredar di media sosial, karena istilah tersebut tidak dikenal dalam dunia meteorologi. Yang benar dan diakui secara ilmiah adalah.
(Ramlan|Mediapatriot.co.id|Kabiro Langkat)









Komentar