Kamis | 7 Mei 2026 | Pukul | 13:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini — Semangat kebersamaan kembali hidup di tengah masyarakat Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, melalui kegiatan “Kamis Bersih” yang digelar di kawasan Jalan Lintas Banda Aceh, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan gotong royong lintas elemen itu bukan sekadar agenda rutin membersihkan lingkungan, melainkan manifestasi nyata kolaborasi sosial antara pemerintah, aparat, lembaga pemasyarakatan, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dan berkeadaban.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Lurah Tanjung Pura ” Deny susanto.SE.MAP, Babinsa, Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Pura beserta warga binaan, para kepala lingkungan (Kepling), staf kantor lurah, UPT Lingkungan Hidup, hingga masyarakat setempat yang turun langsung membersihkan drainase, parit, dan badan jalan dari tumpukan sampah serta sedimentasi.
Sejak pagi hari, suasana Jalan Lintas Banda Aceh tampak berbeda.
Puluhan warga membawa alat kebersihan, cangkul, sekop, hingga sapu lidi.
Di beberapa titik, aparat dan masyarakat terlihat bekerja tanpa sekat sosial.
Kehadiran warga binaan dari Rutan Kelas IIB Tanjung Pura bahkan menjadi simbol penting bahwa pembinaan sosial dapat diwujudkan melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Plt Lurah Tanjung Pura, Deni Susanto, menegaskan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian kolektif terhadap lingkungan sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Gotong royong ini bukan hanya membersihkan parit dan jalan, tetapi juga membersihkan cara berpikir kita agar tetap peduli terhadap lingkungan dan sesama.
Kami berharap kegiatan seperti ini terus membawa keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
Dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar budaya hidup bersih benar-benar menjadi karakter sosial yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan itu juga menarik perhatian para pengendara yang melintas di jalur strategis penghubung Sumatera tersebut.
Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan mereka untuk menyaksikan semangat gotong royong yang dinilai semakin jarang ditemukan di era modern.
Salah seorang sopir truk lintas Aceh-Medan, Hendra, warga Langkat yang sedang melakukan perjalanan menuju Aceh Timur, mengaku kagum melihat kekompakan unsur Muspika dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Jarang sekarang kita lihat pejabat, aparat, warga, sampai warga binaan turun bersama membersihkan lingkungan seperti ini.
Ini pemandangan yang sangat baik dan membuat masyarakat salut,” katanya.
Apresiasi serupa juga datang dari warga sekitar yang menilai kegiatan “Kamis Bersih” memberikan dampak positif, terutama dalam mengurangi potensi banjir akibat tersumbatnya saluran drainase.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan sosial antara pemerintah dan masyarakat.
Tidak terlihat adanya batas formalitas di lapangan. Semua bekerja dengan semangat yang sama demi menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan tertata.
Secara sosiologis, gerakan gotong royong seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat.
Di tengah tantangan urbanisasi dan meningkatnya individualisme, budaya kerja kolektif menjadi fondasi penting dalam menjaga solidaritas sosial dan stabilitas lingkungan permukiman.
Keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat.
Kebersihan lingkungan menjadi bagian integral dari kualitas peradaban sebuah wilayah.
Di sisi lain, kehadiran aparat pemerintah dan unsur keamanan dalam kegiatan sosial masyarakat memberi pesan bahwa negara hadir bukan hanya melalui kebijakan administratif, tetapi juga melalui kerja-kerja kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Masyarakat berharap kegiatan “Kamis Bersih” tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan terus menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Dengan semangat gotong royong yang terus dipelihara, Tanjung Pura tidak hanya sedang membersihkan jalan dan drainase, tetapi juga sedang merawat identitas sosial bangsa: bahwa kekuatan Indonesia sejatinya lahir dari persatuan, kepedulian, dan kerja bersama.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)

